Di usia 10, Taeko masih duduk di bangku kelas lima SD. Seperti anak pada umumnya, Taeko melewati masa tersebut dengan teman-teman seumurannya. Sebagai anak perempuan, Taeko juga kerap diusili dengan dijodohkan bersama anak laki-laki. Dari penggambaran karakter, Taeko bukanlah sosok yang menonjol di sekolahnya. Ia tidak pandai dalam matematika. Ia juga tidak antusias pada olahraga. Dengan kata lain, karakter Taeko ini dibuat dengan pola paling standard seorang anak dalam anime. Di usia 27, Taeko telah bekerja di sebuah perusahaan swasta. Untuk usia tersebut, Taeko sudah dianggap terlalu tua dengan menunda menikah. Tiada pemikiran untuk menikah bagi Taeko. Ia kerap menggunakan gambaran wanita karier yang belum menikah sebagai benteng atas permintaan menikah dari orang-orang sekitarnya.
Suatu ketika, Taeko mengambil cuti sepuluh hari untuk berkunjung ke sebuah desa. Ini bukan kampung halamannya. Sebagai gadis yang besar dan tinggal di kota metropolitan Tokyo, singgah ke pedesaan adalah liburan terbaik. Selama di desa itu, ia akrab dengan seorang pemuda bernama Toshio (ToshirÅ Yanagiba). Keduanya kerap menghabiskan waktu bersama. Salah satunya memetik bunga safflower. Sebagai karakter utama, film ini pastinya banyak mengeksplorasi karakter Taeko. Tahapan pertumbuhan hingga perkembangan masa depan seorang individu, dicerminkan pada sosok ini. Dari karakter inilah, penonton bisa mengikuti bagaimana tumbuh kembang manusia. Dan juga peranan akan masa lalu yang berpengaruh di masa depan.
Ini juga tentang kehidupan yang mengalir begitu saja, meski terkadang tidak berjalan sesuai harapan. Isao Takahata menceritakannya dengan cukup subtle. Mungkin Taeko anak yang kurang beruntung. Ia pernah menjadi harapan dalam berakting sewaktu SD. Sayangnya, sang ayah kurang setuju. Kecewa, sudah pasti. Karena kehidupan terus berlanjut, waktu berhasil menghapuskan kekecewaan itu.
GOOGLE DRIVE
- Omoide Poroporo DOWNLOAD

0 Komentar