Sejak kecil, Zul terobsesi untuk menjadi seorang adiwira. Ayahnya, Ibrahim selalu menyemangati Zul. Ketika Zul berulang tahun, Ibrahim dan istrinya, Suci memberinya potongan kain untuk dipakai sebagai jubah di belakang punggungnya. Karena selalu siap ketika menjumpai masalah, Zul dijuluki “Ashiap Man” oleh warga kampungnya. Zul kemudian terlibat cinta segitiga antara Aisyah dan Kiara. Pada suatu malam, pasar tempat ayahnya berjualan nasi padang terbakar. Ayah dan anak itu pun turut membantu para korban kebakaran. Kegiatan ekonomi warga kampung yang memburuk akibat kebakaran, justru dimanfaatkan para preman sewaan untuk menguasai tanah perkampungan. Bos mereka akan menjadikan lahan itu sebagai kawasan apartemen. Oleh karena itu, Zul dan warga kampung melakukan perlawanan.

0 Komentar